Sistem Informasi Desa Kedunguter

Lomba Menyulam Taplak Meja: Kreasi, Ketelatenan, dan Apresiasi Perempuan Menyongsong Hari Ib

Sabtu, 6 Desember 2025


🌸 Semangat Berkarya dalam Menyambut Hari Ibu

Dalam rangka menyongsong Peringatan Hari Ibu, Desa Kedunguter menggelar Lomba Menyulam Taplak Meja pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap peran perempuan, khususnya para ibu, yang telah memberikan kontribusi besar dalam keluarga maupun masyarakat.

Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat berkarya, kreativitas, dan kebersamaan di tengah masyarakat.


🧵 Ajang Menampilkan Kreativitas dan Ketelatenan

Lomba menyulam taplak meja diikuti oleh para peserta yang berasal dari berbagai wilayah di desa. Setiap peserta menampilkan hasil karya terbaiknya dengan mengedepankan unsur kerapian, ketelatenan, dan keindahan motif sulaman.

Melalui kegiatan ini, keterampilan tradisional yang sarat nilai seni kembali dihidupkan, sekaligus menjadi media untuk melestarikan budaya dan keterampilan tangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.


🤝 Kebersamaan dan Antusiasme Peserta

Pelaksanaan lomba berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Para peserta tampak serius namun tetap menikmati setiap proses penyulaman, saling berbagi pengalaman, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Suasana yang tercipta mencerminkan kekompakan dan rasa saling mendukung, sehingga lomba ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh peserta dan panitia.


🌼 Makna Lomba sebagai Penghormatan bagi Ibu

Lebih dari sekadar perlombaan, lomba menyulam taplak meja ini memiliki makna mendalam sebagai simbol ketekunan, kesabaran, dan kasih sayang, nilai-nilai yang identik dengan peran seorang ibu. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menghargai peran ibu dalam membangun keluarga yang harmonis dan masyarakat yang berdaya.


✨ Harapan dan Penutup

Dengan terselenggaranya lomba menyulam taplak meja ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pengembangan kreativitas perempuan sekaligus penguatan peran ibu dalam kehidupan bermasyarakat. Peringatan Hari Ibu pun menjadi lebih bermakna melalui kegiatan positif yang melibatkan partisipasi aktif warga desa.

Tulis Komentar