Sistem Informasi Desa Kedunguter

Perwakilan Pemdes Kedunguter, Wildan Arifin Ikuti Sarasehan Kebangsaan, Pengukuhan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi Perangkat Desa di Banyumas, serta Latsar Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI)

Tanggal 28 November 2025


✨ Penguatan Nilai Kebangsaan untuk Perangkat Desa di Era Modern

Pada 28 November 2025, Kabupaten Banyumas kembali menggelar rangkaian kegiatan strategis yang menyasar peningkatan kapasitas dan karakter kebangsaan perangkat desa. Pemerintah Desa Kedunguter turut berperan aktif dengan menugaskan Wildan Arifin sebagai perwakilan untuk mengikuti Sarasehan Kebangsaan, Pengukuhan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, serta Latihan Dasar (Latsar) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).
Kegiatan komprehensif ini menjadi wadah penting dalam memperkuat nilai persatuan, integritas, serta profesionalitas perangkat desa dalam menghadapi dinamika pembangunan dan pelayanan publik.


✨ Sarasehan Kebangsaan: Ruang Refleksi dan Diskusi Pemikiran Kebangsaan

Sarasehan Kebangsaan merupakan pembuka kegiatan yang menghadirkan sejumlah tokoh pemerintahan, akademisi, dan pegiat kebangsaan. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk merenungkan kembali makna keberagaman, tantangan kebangsaan di era digital, serta urgensi menjaga persatuan dalam lingkungan desa.
Wildan Arifin mengikuti sarasehan tersebut dengan penuh antusiasme. Ia mencermati berbagai materi mulai dari penguatan demokrasi desa, potensi konflik sosial, hingga peran perangkat desa sebagai penjaga harmoni. Diskusi-diskusi yang berlangsung terasa hidup dan interaktif, memberikan wawasan baru yang sangat relevan dengan tugas-tugas perangkat desa.


✨ Pengukuhan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan: Mengokohkan Komitmen Aparatur Desa

Acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, sebuah momen khidmat yang menegaskan kembali komitmen perangkat desa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam pelayanan kepada masyarakat.
Dalam prosesi ini, seluruh peserta berdiri tegap, mencerminkan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam perilaku sehari-hari, baik sebagai pelayan publik maupun sebagai pribadi di tengah masyarakat.
Wildan Arifin menilai kegiatan ini sangat penting untuk kembali menyelaraskan langkah perangkat desa dengan prinsip-prinsip dasar bernegara, terutama di tengah perubahan sosial yang begitu cepat.


✨ Latsar PPDI: Meningkatkan Profesionalitas dan Solidaritas Perangkat Desa

Kegiatan berikutnya adalah Latihan Dasar (Latsar) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), yang menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kompetensi aparatur desa.
Dalam Latsar ini, peserta dibekali berbagai materi terkait kode etik perangkat desa, penguatan organisasi PPDI, kedisiplinan kerja, kepemimpinan, serta strategi pelayanan publik yang efektif dan berorientasi masyarakat.
Atmosfer Latsar berjalan penuh semangat kebersamaan. Sesama perangkat desa dari berbagai wilayah saling bertukar pengalaman, membangun jejaring, serta memperkuat solidaritas dalam menjalankan fungsi sebagai ujung tombak pembangunan desa.


✨ Manfaat Besar bagi Kedunguter: Ilmu yang Siap Diimplementasikan

Dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Wildan Arifin membawa pulang banyak pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi Pemerintah Desa Kedunguter.
Wawasan kebangsaan yang diperkuat, pemahaman Pancasila yang diperdalam, serta keterampilan organisasi yang ditingkatkan diharapkan dapat mendukung kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan terbaik.
Pemdes Kedunguter berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan kapasitas sumber daya manusia perangkat desa sebagai bagian dari upaya membangun desa yang maju, berdaya saing, dan berkarakter.


✨ Penutup: Langkah Nyata Membangun Desa Berbasis Nilai Kebangsaan

Kegiatan sarasehan, pengukuhan, dan Latsar PPDI pada 28 November 2025 menjadi tonggak penting bagi perangkat desa di Banyumas, termasuk bagi Desa Kedunguter. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, Wildan Arifin tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian bagi masyarakat desa.
Langkah-langkah seperti ini diyakini mampu menciptakan perangkat desa yang lebih profesional, berjiwa nasionalis, serta siap menjawab tantangan pembangunan ke depan.

Tulis Komentar