Sistem Informasi Desa Kedunguter

Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Bidang Kesehatan Desa Kedunguter

Wujud Kepedulian Bersama untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Desa Kedunguter


Langkah Nyata Desa Kedunguter dalam Mewujudkan Desa Sehat dan Tangguh

Pemerintah Desa Kedunguter terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan warganya. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bidang kesehatan yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Selasa dan Rabu, 22–23 Oktober 2025, bertempat di Aula Balai Desa Kedunguter.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Desa Kedunguter dan Puskesmas Banyumas, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga desa. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat serta menyusun langkah-langkah strategis dalam penanggulangan masalah kesehatan secara partisipatif.


Kehadiran Unsur Penting dalam Menyukseskan Kegiatan

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut:

  • Kepala Desa Kedunguter beserta jajaran perangkat desa,

  • Tim fasilitasi dari Puskesmas Banyumas,

  • Ketua dan anggota BPD,

  • Babinsa dan Bhabinkamtibmas,

  • Tokoh agama dan tokoh masyarakat,

  • Ketua RW se-Desa Kedunguter,

  • Perwakilan kader kesehatan desa,

  • Serta Ketua Pokja 4 TP-PKK Desa Kedunguter.

Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan sinergi dan kepedulian bersama terhadap kesehatan masyarakat, yang menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan manusia di tingkat desa.


Survei Mawas Diri (SMD): Menggali Masalah dan Potensi dari Masyarakat Sendiri

Sesi pertama, yaitu Survei Mawas Diri (SMD), dilaksanakan pada 22 Oktober 2025.
SMD merupakan kegiatan partisipatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat serta menggali potensi lokal yang dimiliki warga dalam upaya pemecahan masalah tersebut.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih sadar, peduli, dan aktif terlibat dalam upaya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Hasil survei menunjukkan adanya beberapa isu kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian, seperti peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penanganan stunting, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan kegawatdaruratan kesehatan.

“SMD menjadi sarana penting agar masyarakat menyadari bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” ujar salah satu tim fasilitasi dari Puskesmas Banyumas.


Musyawarah Masyarakat Desa (MMD): Membangun Komitmen Bersama untuk Solusi Kesehatan

Keesokan harinya, pada 23 Oktober 2025, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bidang kesehatan.
MMD merupakan tindak lanjut dari hasil SMD, di mana masyarakat bersama pemangku kepentingan desa membahas temuan lapangan dan merencanakan langkah penanggulangan masalah kesehatan secara konkret.

Dalam forum ini, peserta berdiskusi aktif tentang penanggulangan penyakit menular, perbaikan sanitasi lingkungan, penurunan angka stunting, hingga strategi menghadapi bencana dan kegawatdaruratan kesehatan di tingkat desa.
Masyarakat juga diajak untuk memperkuat koordinasi antar lembaga dan memaksimalkan peran kader kesehatan serta TP-PKK dalam mendukung program-program kesehatan di lingkungan masing-masing.


Kolaborasi Antar Sektor untuk Desa yang Lebih Sehat

Kegiatan SMD dan MMD bukan hanya menjadi ajang identifikasi dan perencanaan, tetapi juga simbol nyata kerja sama lintas sektor antara Pemerintah Desa, lembaga masyarakat, tenaga kesehatan, dan unsur keamanan.
Dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut memberikan dimensi ketahanan sosial yang lebih luas, di mana aspek kesehatan dikaitkan dengan stabilitas sosial dan keamanan lingkungan.

Sementara itu, keterlibatan Pokja 4 TP-PKK dan kader kesehatan desa menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, seperti penyuluhan, deteksi dini masalah gizi, dan promosi kesehatan keluarga.

Kepala Desa Kedunguter dalam sambutannya menyampaikan,
“Kegiatan ini adalah wujud gotong royong dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan. Dengan sinergi yang baik, kita dapat mewujudkan Desa Kedunguter yang sehat, tangguh, dan berdaya.”


Harapan dan Tindak Lanjut: Menuju Desa Kedunguter yang Lebih Sehat dan Mandiri

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Pemerintah Desa Kedunguter bersama Puskesmas Banyumas akan menyusun rencana aksi desa sehat, yang mencakup program edukasi kesehatan masyarakat, pemantauan kondisi lingkungan, serta peningkatan peran kader dalam memberikan pendampingan kepada warga.

Selain itu, hasil MMD juga akan dijadikan dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa di bidang kesehatan, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berangkat dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Melalui kegiatan SMD dan MMD ini, Desa Kedunguter menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat” dalam mewujudkan kehidupan yang sehat, harmonis, dan sejahtera.


Penutup: Bersama Wujudkan Desa Kedunguter Sehat dan Bahagia

Kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran dan partisipasi di bidang kesehatan.
Dengan semangat gotong royong, kerja sama, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Desa Kedunguter yakin bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

💬 “Desa yang sehat adalah cerminan masyarakat yang kuat. Mari bersama menjaga, merawat, dan membangun kesehatan mulai dari lingkungan kita sendiri.” 🌿

Tulis Komentar